Langsung ke konten utama

Pos

Prayer Room in Daimaru (Sapporo Station)

Jika Anda berkunjung ke Sapporo Station (terutama saat membeli oleh-oleh khas Sapporo) dan Anda membutuhkan tempat shalat, mampirlah ke Daimaru. Daimaru department store menyediakan mushala khusus bagi muslim untuk shalat. Daimaru department store sendiri terletak di dalam Sapporo Station, mushalanya terletak di lantai 3 Daimaru.



Semoga bermanfaat. Alhamdulillah semakin banyak tempat-tempat umum di Sapporo yang menyediakan mushala bagi umat muslim shalat dan beribadah.
Tapi kalian harus siap karena tidak setiap tempat memiliki mushala, apalagi kalau sedang perjalanan jauh. Kami pernah shalat di ruang terbuka tempat wisata, di dalam ruang ganti sebuah toko busana, di taman, di dalam sebuah garasi tua. Yang ini di bawah jembatan, jadi siapkan selalu mukena dan sajadah. Orang-orang memperhatikan dengan antusias saat kita shalat di ruang publik.


Pos terbaru

5 Things Japanese Student Will Do During Their Meal Time in Canteen

These are 5 things Japanese student will do during their meal time in canteen


1. Line up. They will take a tray and line up to wait their turn to order the foods.

2. In the lounge counter, they order the foods and in no time the foods will be served. They will move in turn while choosing for another foods leaded by the card menus (name of the food and price) along the lounge. They pay their meal in the cash register in cash or with their pre-paid card.

3. They take a chopstick and walk to any available table.

4 . "Itadakimaaaasu"๐Ÿ is oftenly said when they are about to start their meal. It literally means "I humbly receive the foods". As a muslim, "basmallah" is more than enough for us๐Ÿ˜Š. They eat while chit-chatting with their friends. The greentea and water are served for free in our cafetaria campus.

5. After finishing their meal, they will bring back all the used plates and tray to the collection point while saying "Gochisosamadeshitaaaa" …

Student Dormitories di Hokkaido University

Halo Assalamualaikum wr.wb.

Sekedar berbagi, ini pengalamanku sewaktu tinggal di student's dorm-nya HU tepatnya di  International House Kita 23 Building 2. Semoga bermanfaat .^^. terutama buat kalian yang berencana lanjut studi ke HU.
Penampakan gedungnya seperti di atas, semacam apato (apartemen dalam Bahasa Jepang). Sebenarnya HU sendiri menawarkan total 6 tipe dorm disekitaran Sapporo Campus, untuk single, couple, ataupun tipe family bisa kita pilih sesuai kebutuhan kita (bisa dilihat detilnya disini). Biasanya mahasiswa mempertimbangkan harga dan jauh-dekatnya dorm dari fakultas mereka. Untuk fasilitasnya sendiri berbeda-beda tergantung tipe dormnya, untuk ukuran saya sebagai mahasiswa sih semuanya sudah well-equipped and the most important one adalah..... yup internet access ๐Ÿ˜†
Berhubung saya cuma exchange student jadinya nggak bisa pilih-pilih alias nrimo mau ditempatkan dimananya. Nah, saya diberi jatah tinggal di International House Kita 23 Building 2. Dorm ini khusus un…

Anak Indonesia di Sapporo

"Meimei-chan nihon-jin desuka?"☺☺ Perkenalkan, ini foto Meimei-chan putri pertama dari mba Fara (minta ijin ya mba Far ๐Ÿ˜Š). Mba Fara dan Meimei-chan tinggal di Sapporo menemani Papa Meimei studi lanjut S3 di Hokkaido University. Kakak Meimei juga ga mau kalah pinter sama Papa, sudah hampir 3 tahunan kakak Meimei ikut sekolah di Sapporo. Yup, sekolah dan kesehariannya berkawan dengan nihon no tomodachi, jadinya capciscus deh nihongo nya. Tantenya sampe bingung mau ngajak main, eh diajak main pake nihongo ๐Ÿ˜ฐ. Hehe dari pengalaman saya berkenalan dengan anak2 Indonesia yang tinggal di Sapporo, saya yang malah merasa perlu belajar nihongo dari mereka ๐Ÿ˜…

Kalimat pertama yang muncul ketika saya bertemu kakak Meimei "Meimei-chan nihon-jin desuka?" Karena physically kakak Meimei nih Jepang abiss, ditambah saya dengar dia bercakap menggunakan bahasa Jepang dengan lancar. Eh, ternyata anak Indonesia, Papa Mama nya Indonesia tulen lho ๐Ÿ˜ฎ. Kakak Meimei yang baru p…

Radio PPI Jepang

Kembali mengenang momen yang terekam oleh kamera


Foto ini diambil saat kami sedang melakukan siaran radio PPI Jepang di fakultas kami, yup "Daisuki". Penyiarnya saat itu ada mba Desi Utami (mb Uta), mba Annisa dan Jamal. Tampil sebagai bintang tamu adalah bunda cantik Aulia Ul-Haque dan keluarga. Kami berempat yang di belakang tampil sebagai supporter hore-hore๐Ÿ˜„. Siaran radio ini memang salah satu programnya anak2 PPI Jepang sebagai media berbagi informasi sekaligus memfasilitasi bakat-bakat terpendam anak-anak PPIJ sebagai penyiar hehehhe. Dengan peralatan mandiri dan memanfaatkan fasilitas inet kampus, kami mencoba mengudara. Walaupun terkendala koneksi inet yang suka putus-nyambung, siaran malam itu berjalan dengan baik.

Saat itu masuk pekan-pekan terakhir bulan Desember 2015 dan "Daisuki" mengangkat tema tentang Hari Ibu, tema yang ngena banget buat kami anak-anak rantau. "Ayo, teman-teman yang disini ucapkan harapan kalian di hari ibu kali ini ya…

Kajian Sakura Sapporo

Ini pengajian sakura, kata mba Annisa ini pengajian ibu-ibu sosialita Sapporo ^^..kajian ini rutin diadakan 1 bulan sekali. Seperti namanya, anggotanya para muslimah cantik, secantik sakura, para muslimah Indonesia yg tinggal di Sapporo. Kalo pengajian buat bapak-bapak Sapporo namanya kajian Samurai, biar setangguh para samurai katanya :) Setiap kajian, biasanya kami sekaligus bersilaturrahim ke apato (apartemen) salah satu anggota secara bergilir. Materi kajian disampaikan oleh anggota secara bergilir, mendaras, dan mengkaji Al-Quran hadist. Adeem. Ibu-ibu sosialita Sapporo ini selain cantik juga pandai memasak. Setiap anggota yg datang pasti membawa makanan hasil masakan mereka sendiri. Jadi, kalo kajian tuh udah kayak food fest masakan Indonesia dari Sabang sampai Merauke (heheehe agak hiperbol) karena mereka cenderung masak masakan daerah asal mereka. Maklum, tinggal disana pasti kangen masakan Indonesia. Jadi, tiap ada yang bisa dapetin bumbu masakan tertentu pasti ha…

Newborn Baby di Sapporo

Ini momen Februari lalu, saat menjenguk Mba Rani (memakai jilbab ungu) selepas lahiran di salah satu RS di Sapporo. Debay cantik yg dberi nama Yukiko Maryam Az-Zahra, memang lahir saat salju lagi lebat-lebatnya di Sapporo. Yuki chan sekarang udah gedhe (foto sebelah kiri).."Aaak Yuki chan, tante belum liat kakak Yuki lagi nih, uda keburu balik ke Indo". Nah, di momen itu banyaklah Mba Ran dan suami bercerita, dari pengalaman pasangan muda ini menjaga kehamilan dan melahirkan anak pertama mereka yang semuanya dilakukan di negeri orang. Saya sendiri baru tahu kalo ternyata pemerintah Jepang memberi tunjangan (yang jumlahnya lumayan besar) untuk setiap bayi yang baru lahir disana tak terkecuali untuk WNA. Padahal Mba Ran termasuk baru lho di Sapporo, kurang lebih 1 tahun "Waah rejekinya Yuki chan yaa"๐Ÿ˜. Dari informasi yg saya dapat, hal ini karena di Jepang jumlah anak-anak tidak lebih banyak dari jumlah orang-orang tua dsana bahkan jumlahnya lebih sedikit …