Langsung ke konten utama

Cara Sabun Bekerja


Sabun merupakan campuran garam natrium atau kalium dari asam lemak yang dapat diturunkan dari minyak atau lemak dengan direaksikan dengan alkali, contohnya natrium atau kalium hidroksida pada suhu 80-100  ͒C melalui suatu proses yang disebut saponifikasi. Selama reaksi tersebut lemak akan terhidrolisis oleh basa dan menghasilkan gliserol dan sabun mentah. Sabun terdiri dari 2 jenis yaitu sabun padat dan sabun cair, untuk membuat sabun padat yaitu dengan menggunakan basa NaOH sedangkan untuk membuat sabun cair digunakan basa KOH.

Reaksi saponifikasi sabun :






C15H31COONa yang jika dilarutkan dalam air maka akan terionisasi sebagai berikut.

C15H31COONa(aq) → C15H31COO(aq) + Na+(aq)

Cara Sabun Bekerja




Molekul-molekul sabun merupakan molekul surfaktan yang memiliki bagian kepala dan ekor. Bagian ekor merupakan rantai panjang hidrokarbon (C15H31) yang bersifat hidrofobik (bagian yang tidak suka air) atau bersifat non polar. Bagian kepala yang tersusun dari ion -COO- , bersifat ionik yang dan polar akan memberikan efek hidrofilik (suka air).

Sumber gambar : http://www.nafiun.com

Sabun bekerja berdasarkan prinsip "LIKE DISSOLVES LIKE". Sejumlah bagian ekor molekul sabun akan dapat mengikat minyak yang bersifat non polar, dan menghasilkan struktur "misela" (molekul minyak yang telah diikat seluruh permukaannya oleh sisi non polar surfaktan). Dalam misela ini, minyak terjebak di tengah-tengah bagian hidrofobik. Bagian kepala molekul sabun yang bersifat hidrofilik membuat molekul-molekul sabun tetap dapat terikat dengan air. Sehingga ketika kamu membilas tanganmu yang penuh sabun dengan air, partikel kotoran minyak (dalam bentuk misela) akan ikut mengalir dengan air. Tanganmu pun bersih dan terbebas dari semua kotoran.


http://dunia-wahyu.blogspot.co.id/2012/03/kimia-permukaan-surfaktan.html



Cucilah Tanganmu dengan Sabun Walau Terlihat Bersih..!


Jangan hanya mencuci tangan memakai sabun saat tanganmu terlihat kotor saja. Kotoran yang nampak seperti debu, pasir, tanah yang menempel pada tangan mampu dengan mudah dihilangkan hanya dengan air saja. Bahkan keringat bisa dihilangkan hanya dengan air, karena keringat mengandung sebagian besar garam dan air yang akan dengan mudah larut di dalam air. Namun, apakah kamu tahu bahwa tubuh kita pun mengeluarkan minyak selain keringat itu sendiri? Sekresi minyak tersebut cukup untuk membuat partikel kotoran dan berbagai jenis bakteri menempel pada tangan kita. Sehingga, penggunaan air mengalir saja tidak cukup untuk dapat menghilangkan minyak sekresi tubuh kita. Jadi, cucilah tanganmu menggunakan sabun, walaupun tanganmu sudah tampak bersih.


Sabun yang Bekerja pada Air Asin

Mostly, sabun itu bekerja hanya pada air tawar dan dengan air asin. Why?
Air laut mengandung banyak sekali mineral, terutama ion Natrium. Ketika kamu membilas tanganmu dengan air asin (air laut), ion Natrium yang terdapat pada molekul sabun akan kesulitan untuk dapat larut dalam air karena air asin sudah mengandung banyak ion Natrium, bahkan terlampau banyak. Hal ini membuat sabun akan kesulitan untuk mengangkat kotoran, membawanya pergi.

Lalu bagaimana? Gunakan sabun yang mengandung ion Kalium yang umumnya masih dapat bekerja pada air laut, karena kadar ion Kalium di air laut tidak sebanyak ion Natrium.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Stalagtit dan Stalagmit

Stalagtit dan stalagmit yang sering kita jumpai di goa-goa berasal dari senyawa CaCO3 dengan persamaan reaksi :

Ca(HCO3)2 (l) ----> CaCO3 (s) + H2O (l) + CO2 (g)

Ca(HCO3)2 berupa air yang merembes ke dalam tanah.

Stalagtit adalah batu kapur yang tumbuh dari bagian atas goa menuju ke dasar goa, sedangkan stalagmit tumbuh menjulang dari dasar goa ke atas.

Ca(HCO3)2 yang merembes ke tanah menetes ke dasar goa dan terurai menjadi CaCO3, H2O dan CO2. Ca(HCO3)2 teruuuss menetes dan mengakibatkan penumpukan CaCO3 (CaCO3 mengendap). Nah, penumpukan CaCO3 inilah yang nantinya tumbuh sebagai stalagmit. Sedangkan stalagtit muncul karena Ca(HCO3)2 sudah terurai terlebih dahulu sebelum menetes ke dasar goa sehingga terjadi penumpukan CaCO3 di atap goa.

Stalagtit dan stalagmit yang tumbuh di dalam goa umunya berwarna putih. Hal ini dikarenakan pengaruh atom Ca dalam CaCO3. Atom Ca yang tidak memiliki orbital d tidak memberikan warna yang khas / hanya putih saja.

Harusnya Stalagtit dan Stalagmit ga bo…

Air Laut kok Asin ya??

Mengapa air laut terasa asin?
Rasa asin air laut itu kurang lebih sama dengan rasa asin segelas air yang telah kita tambah satu sendok makan garam. Kira-kira, air laut mengandung garam dengan perbandingan semacam itu.Ilmuwan memperkirakan jumlah garam yang terkandung di dalam air laut itu sebanyak 50 juta milyar ton. Kalau dibayangkan, garam sebanyak ini jika di gelar di seluruh permukaan bumi akan setinggi bangunan 45 lantai (sekitar 166 meter). Banyak sekali bukan?! Sesungguhnya laut merupakan larutan dari Ôapa sajaÕ termasuk berbagai macam garam mineral, misalnya: Calcium, Magnesium, Sodium, Potasium, Bikarbonat, Chlorida, Sulfat, dan Bromida. Secara rerata, air laut mengandung garam sebanyak 35 o/oo. Artinya, setiap 1000 kilgram air laut mengandung 35 kilogram garam. Kandungan garam yang tertinggi lautan ada di daerah 20 derajad Lintang Utara dan di daerah 20 derajad Lintang Selatan (36 o/oo). Kandungan garam terendah (31 o/oo) berada di daerah Khatulistiwa.
Dari mana asal garam …